
Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung kembali menunjukkan eksistensinya dalam penguatan jejaring organisasi kemahasiswaan dengan mendelegasikan lima mahasiswa untuk mengikuti Forum Diskusi dan Konsolidasi Akbar Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (BEM PTMAI) Zona V Jawa Timur–Bali yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Forum yang dihadiri oleh pengurus dan delegasi BEM dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Timur dan Bali ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat koordinasi, membangun sinergi organisasi, serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa di era transformasi pendidikan tinggi.
Delegasi STAI Muhammadiyah Tulungagung mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi forum diskusi, sidang konsolidasi, penyampaian gagasan strategis, serta penyusunan rekomendasi program kerja bersama antar-BEM PTMA. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengalaman mengenai tata kelola organisasi kemahasiswaan, penguatan kepemimpinan, advokasi mahasiswa, hingga strategi membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi.
Keikutsertaan lima delegasi tersebut merupakan bentuk komitmen STAI Muhammadiyah Tulungagung dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang kepemimpinan (leadership), komunikasi, jejaring kerja sama (networking), kemampuan berpikir kritis (critical thinking), serta kolaborasi (collaboration) sebagai bagian dari pembentukan lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Selain memperluas jejaring organisasi mahasiswa Muhammadiyah, forum ini juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis mengenai penguatan gerakan mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman, peningkatan kolaborasi program kerja antar-BEM PTMA, serta penguatan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Wakil Ketua II Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama STAI Muhammadiyah Tulungagung, Hasan Sultoni, S.H.I., M.Sy., memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa dalam forum tersebut. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam forum regional merupakan bagian dari implementasi pembinaan kemahasiswaan yang menjadi perhatian institusi.
“Kami mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif BEM STAI Muhammadiyah Tulungagung dalam Forum Konsolidasi Akbar BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring antarkampus, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan organisasi. Harapannya, pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan di lingkungan STAI Muhammadiyah Tulungagung sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan institusi maupun masyarakat,” ujar Hasan Sultoni, S.H.I., M.Sy.
Senada dengan hal tersebut, Presiden BEM STAI Muhammadiyah Tulungagung menyampaikan bahwa forum ini memberikan banyak pengalaman dan inspirasi bagi pengembangan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
“Melalui forum ini kami tidak hanya memperluas relasi antar-BEM PTMA, tetapi juga mendapatkan berbagai praktik baik (best practice) dalam pengelolaan organisasi. Hasil konsolidasi ini akan menjadi dasar bagi kami untuk menghadirkan program-program yang lebih inovatif, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ungkapnya.
Keikutsertaan BEM STAI Muhammadiyah Tulungagung dalam Forum Konsolidasi Akbar BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali selaras dengan visi institusi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengembangan kompetensi mahasiswa di luar kelas, peningkatan jejaring kerja sama antarlembaga, serta penguatan prestasi nonakademik mahasiswa melalui aktivitas organisasi.
Melalui partisipasi aktif dalam forum tersebut, STAI Muhammadiyah Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi, Persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat luas melalui kepemimpinan yang berkarakter, kolaboratif, dan berkemajuan.