
Sumbergempol – STAI Muhammadiyah Tulungagung secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Pengabdian pada Masyarakat (PPM) kepada Pemerintah Kecamatan Sumbergempol untuk melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Wates dan Desa Mirigambar, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kecamatan Sumbergempol dengan penuh kehangatan dan dihadiri oleh Camat Sumbergempol, Kapolsek Sumbergempol, Danramil Sumbergempol, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbergempol, Kepala Desa Wates, Kepala Desa Mirigambar, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), unsur pimpinan STAI Muhammadiyah Tulungagung, serta mahasiswa peserta PPM.
Mewakili Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung, Hasan Sultoni, S.H.I., M.Sy., menyampaikan sambutan sekaligus menyerahkan secara resmi mahasiswa peserta Pengabdian pada Masyarakat kepada Pemerintah Kecamatan Sumbergempol untuk melaksanakan pengabdian di Desa Wates dan Desa Mirigambar.
Dalam sambutannya, Hasan Sultoni terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung belum dapat hadir pada kegiatan tersebut. Beliau sedang melaksanakan tugas institusi di Thailand dalam rangka mendampingi kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Internasional, sehingga belum dapat membersamai acara penyerahan mahasiswa di Kecamatan Sumbergempol.
Hasan Sultoni menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan Sumbergempol, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbergempol, Pemerintah Desa Wates, Pemerintah Desa Mirigambar, serta seluruh masyarakat yang telah membuka pintu dan menerima mahasiswa STAI Muhammadiyah Tulungagung untuk belajar sekaligus mengabdi di tengah masyarakat.
Menurutnya, Pengabdian pada Masyarakat merupakan salah satu implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Oleh karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan melalui pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa yang kami serahkan hari ini masih berada dalam proses belajar. Mereka datang bukan sebagai orang yang paling tahu, melainkan sebagai pembelajar yang ingin menimba pengalaman, memahami kehidupan masyarakat, dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah. Karena itu, kami memohon kepada seluruh unsur pemerintah dan masyarakat agar berkenan menerima, membimbing, mengarahkan, bahkan menegur mahasiswa kami apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan,” ujar Hasan Sultoni.
Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater STAI Muhammadiyah Tulungagung, menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat, serta menyusun program kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Hasan Sultoni secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Pengabdian pada Masyarakat STAI Muhammadiyah Tulungagung kepada Pemerintah Kecamatan Sumbergempol untuk melaksanakan pengabdian di Desa Wates dan Desa Mirigambar.
Sementara itu, Camat Sumbergempol, Heru Junianto, S.STP., M.M., menyambut hangat kehadiran mahasiswa PPM STAI Muhammadiyah Tulungagung. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi STAI Muhammadiyah Tulungagung yang telah mempercayakan Kecamatan Sumbergempol sebagai lokasi pelaksanaan Pengabdian pada Masyarakat.
Beliau berharap para mahasiswa dapat segera beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun warga, serta mampu memberikan kontribusi positif melalui berbagai program yang dilaksanakan selama masa pengabdian.
Pada kesempatan tersebut, Heru Junianto juga memaparkan profil Kecamatan Sumbergempol beserta berbagai potensi yang dimiliki wilayahnya. Menurut beliau, Kecamatan Sumbergempol merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perdagangan, jasa, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat.
Secara khusus, beliau memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Wates dan Desa Mirigambar, dua desa yang menjadi lokasi pelaksanaan PPM STAI Muhammadiyah Tulungagung tahun ini. Kedua desa tersebut memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta berbagai pelaku UMKM yang terus berkembang dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui program-program pemberdayaan masyarakat.
Heru Junianto berharap mahasiswa dapat mengenali berbagai potensi tersebut sebagai dasar dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Program yang dilaksanakan diharapkan mampu mendukung pengembangan UMKM, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kegiatan sosial-keagamaan, serta mendorong pemberdayaan masyarakat sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.
Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan masa pengabdian sebagai kesempatan belajar dari masyarakat. Menurutnya, keberhasilan kegiatan PPM tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan terbangunnya hubungan yang harmonis antara mahasiswa dengan warga desa.
Melalui kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara STAI Muhammadiyah Tulungagung, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbergempol, Pemerintah Desa Wates, Pemerintah Desa Mirigambar, serta seluruh elemen masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa PPM STAI Muhammadiyah Tulungagung diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan desa, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menghadirkan program-program yang berdampak, inovatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wates dan Desa Mirigambar. Semoga sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, Persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat terus terjalin demi terwujudnya masyarakat yang maju, mandiri, dan berkemajuan.