Yudisium Ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung Tegaskan Komitemen Merawat Kebhinekaan
Yudisium Ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung Tegaskan Komitemen Merawat Kebhinekaan
Sun, 30 August 2026 8:47
DSC06233

Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan Yudisium ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026. Bukan hanya seremoni kelulusan yang menjadi perhatian, tetapi keberagaman pakaian adat yang dikenakan para peserta dan civitas akademika menjadi pesan kuat tentang pentingnya merawat kebhinekaan di lingkungan perguruan tinggi.

Yudisium yang digelar Sabtu, 29 Agustus 2026, di Aula Lantai II STAI Muhammadiyah Tulungagung tersebut diikuti mahasiswa Program Sarjana Strata-1 angkatan 2022/2023 dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Para mahasiswa tersebut menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan selama empat tahun. Momentum yudisium pun tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk menegaskan identitas STAI Muhammadiyah Tulungagung sebagai institusi pendidikan yang terbuka terhadap keberagaman.

Keistimewaan Yudisium ke-37 semakin terasa dengan konsep pakaian kebhinekaan. Peserta dan undangan dari civitas akademika hadir dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Keragaman tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang dapat mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu ruang pendidikan.

Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung, Dr. Suripto, S.Ag., M.Pd.I menegaskan bahwa identitas Muhammadiyah yang melekat pada institusi tidak berarti kampus hanya diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah.

Menurutnya, STAI Muhammadiyah Tulungagung justru hadir sebagai bagian dari kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa melalui pendidikan yang dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Meskipun kampus berada di bawah naungan lembaga pendidikan Muhammadiyah, tetapi di dalamnya sangat menghargai adanya perbedaan dan kebhinekaan. Kampus ini tidak sepenuhnya hanya diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah, tetapi justru ini merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah untuk bangsa,” tegas Dr. Suripto.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang dibangun di atas keberagaman agama, suku, budaya, bahasa, dan tradisi. Perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang mampu hidup berdampingan dalam perbedaan.

Karena itu, pakaian adat yang dikenakan dalam Yudisium ke-37 bukan sekadar atribut seremoni. Ia menjadi simbol bahwa pendidikan dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai identitas sekaligus tempat menumbuhkan kesadaran bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan kebangsaan.

Di sisi lain, kelulusan mahasiswa angkatan 2022/2023 setelah menempuh studi selama tepat empat tahun juga menunjukkan proses akademik yang telah mereka lalui hingga menyelesaikan pendidikan sarjana.

Para lulusan dari PAI, Ekonomi Syariah, dan PGMI kini menghadapi fase baru setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Gelar akademik yang diperoleh bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Bagi STAI Muhammadiyah Tulungagung, momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan.

Yudisium ke-37 akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang kelulusan. Di balik toga dan pakaian adat yang memenuhi ruang aula, terselip pesan bahwa kampus dapat menjadi ruang untuk merawat perbedaan, membangun persaudaraan, dan meneguhkan kontribusi pendidikan Muhammadiyah bagi Indonesia.

 

Uncategorized

Artikel Lainnya

Orasi Ilmiah Wisuda Sarjana ke-37 STAIM Tulungagung Tekankan Pentingnya Critical Thinking untuk Berdayakan Masyarakat
Tulungagung – Kemampuan berpikir kritis (critical thinking) menjadi salah sat...
Mon, 31 August 2026 | 2:15
Harmoni Gita Bahana STAIMTA Warnai Wisuda ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung
Tulungagung, 30 Agustus 2026 — Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan mewarnai...
Mon, 31 August 2026 | 2:03
Dari Kampus untuk Ekonomi Syariah, IAEI STAI Muhammadiyah Tulungagung Perkuat Jejaring
Surabaya — Penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia terus dilakukan m...
Mon, 31 August 2026 | 1:45
STAIM Tulungagung Menuju Research University, Wisudawan Didorong Amalkan Ilmu untuk Kemaslahatan Umat
Tulungagung – Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung men...
Mon, 31 August 2026 | 1:20