Dari Kampus untuk Ekonomi Syariah, IAEI STAI Muhammadiyah Tulungagung Perkuat Jejaring
Dari Kampus untuk Ekonomi Syariah, IAEI STAI Muhammadiyah Tulungagung Perkuat Jejaring
Mon, 31 August 2026 1:45
Pelantikan-IAEI-Jawa-Timur-large

Surabaya — Penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia terus dilakukan melalui perluasan jejaring akademik dan kelembagaan di berbagai daerah. Salah satunya diwujudkan melalui pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur beserta 48 Komisariat IAEI se-Jawa Timur periode 2026–2031.

Dalam momentum tersebut, Hasan Sultoni, S.HI., M.Sy. resmi dilantik sebagai Ketua Komisariat IAEI STAI Muhammadiyah Tulungagung periode 2026–2031 oleh Ketua Umum IAEI yang juga Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar. Pelantikan berlangsung di Universitas Negeri Surabaya, Kamis (27/8/2026), sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi IAEI dalam memperluas jejaring pengembangan ekonomi Islam di Jawa Timur.

Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi momentum pergantian dan penguatan kepengurusan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari agenda strategis IAEI untuk memperluas literasi ekonomi syariah, meningkatkan inklusi keuangan syariah, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, industri, pemerintah, dan masyarakat.

Memperkuat Peran Perguruan Tinggi

Amanah yang diberikan kepada Hasan Sultoni, S.HI., M.Sy. menjadi peluang bagi IAEI Komisariat STAI Muhammadiyah Tulungagung untuk semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Sebagai bagian dari lingkungan akademik, IAEI Komisariat STAI Muhammadiyah Tulungagung memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kajian ekonomi Islam, penelitian, diskusi ilmiah, literasi keuangan syariah, pengembangan kewirausahaan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat menjawab berbagai tantangan ekonomi di masyarakat.

Karena itu, keberadaan IAEI di lingkungan kampus diharapkan mampu mempertemukan kekuatan akademik dengan kebutuhan masyarakat, sehingga ekonomi syariah tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik yang memberikan manfaat nyata.

Dari Knowing Menuju Creating

Ketua Umum IAEI sekaligus Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah masih menghadapi tantangan, salah satunya kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah.

Menurut Prof. Nasaruddin, peningkatan literasi ekonomi syariah harus diarahkan pada perubahan perilaku masyarakat. Ia mendorong agar masyarakat bergerak dari tahap knowing menuju understanding, kemudian doing, hingga creating.

Pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar. Pengetahuan yang diperoleh melalui proses pendidikan dan penelitian perlu dikembangkan menjadi inovasi dan kegiatan nyata yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Dalam konteks tersebut, IAEI Komisariat STAI Muhammadiyah Tulungagung diharapkan dapat menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan gagasan dan gerakan ekonomi syariah yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Menguatkan Jejaring Ekonomi Syariah

Pelantikan DPW IAEI Jawa Timur dan 48 Komisariat se-Jawa Timur menjadi langkah penting dalam memperluas jaringan pengembangan ekonomi syariah di tingkat daerah. Penguatan jaringan tersebut diharapkan dapat mempertemukan unsur pendidikan, riset, pesantren, industri, kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat dalam ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat.

Jawa Timur sendiri memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Dengan sekitar 713 perguruan tinggi dan 7.347 pondok pesantren, Jawa Timur memiliki basis pendidikan dan keumatan yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah.

Potensi tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat menghasilkan dampak yang lebih luas. Perguruan tinggi, pesantren, pemerintah, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat saling memperkuat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

IAEI Komisariat STAI Muhammadiyah Tulungagung diharapkan dapat mengambil bagian dalam jejaring tersebut dengan mengembangkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi syariah nasional.

Mendorong Kontribusi bagi Ekonomi Nasional

Kepemimpinan Hasan Sultoni, S.HI., M.Sy. untuk periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran IAEI Komisariat STAI Muhammadiyah Tulungagung dalam pengembangan ekonomi Islam.

Penguatan kajian akademik, penelitian, literasi dan inklusi keuangan syariah, pengembangan kewirausahaan, serta pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari kontribusi komisariat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah dari tingkat daerah.

Lebih dari itu, berbagai program tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep ekonomi syariah, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan praktik ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan demikian, gerakan ekonomi syariah dari lingkungan kampus dapat terhubung dengan agenda pembangunan ekonomi yang lebih luas. Dari Tulungagung, kontribusi akademik dan kelembagaan diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat posisi ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional.

Kehadiran IAEI Komisariat STAI Muhammadiyah Tulungagung juga diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi antara sivitas akademika dengan berbagai pemangku kepentingan. Semakin luas jejaring yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan inovasi dan program ekonomi syariah yang berdampak.

Pada akhirnya, penguatan ekonomi syariah membutuhkan gerakan bersama yang berkelanjutan. Kampus memiliki peran penting sebagai pusat ilmu pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, dan lahirnya inovasi. Melalui IAEI, peran tersebut dapat semakin diperkuat dan dihubungkan dengan berbagai sektor ekonomi syariah di Indonesia.

Selamat atas amanah baru kepada Hasan Sultoni, S.HI., M.Sy. sebagai Ketua Komisariat IAEI STAI Muhammadiyah Tulungagung periode 2026–2031. Semoga amanah ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi syariah, memperluas jejaring dan kolaborasi, serta menghadirkan gagasan dan gerakan nyata yang turut mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi syariah Indonesia yang inklusif, berdaya saing, inovatif, dan berkontribusi bagi kemajuan ekonomi nasional.

Berita Ekonomi Syariah, Uncategorized

Artikel Lainnya

Orasi Ilmiah Wisuda Sarjana ke-37 STAIM Tulungagung Tekankan Pentingnya Critical Thinking untuk Berdayakan Masyarakat
Tulungagung – Kemampuan berpikir kritis (critical thinking) menjadi salah sat...
Mon, 31 August 2026 | 2:15
Harmoni Gita Bahana STAIMTA Warnai Wisuda ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung
Tulungagung, 30 Agustus 2026 — Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan mewarnai...
Mon, 31 August 2026 | 2:03
STAIM Tulungagung Menuju Research University, Wisudawan Didorong Amalkan Ilmu untuk Kemaslahatan Umat
Tulungagung – Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung men...
Mon, 31 August 2026 | 1:20
Gita Bahana STAIMTA Membahana di Yudisium ke-37
Tulungagung, Sabtu, 29 Agustus 2026 — Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan m...
Sun, 30 August 2026 | 9:18