
Tulungagung, 20 Juli 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam mencetak lulusan yang unggul, berprestasi, dan berintegritas, STAI Muhammadiyah Tulungagung terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. KIP Kuliah merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertujuan memberikan bantuan biaya pendidikan sekaligus dukungan biaya hidup bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Pembinaan yang dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk memastikan bahwa Beasiswa KIP Kuliah tidak hanya menjadi sarana bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen dalam membentuk karakter, meningkatkan kualitas akademik, serta melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.
Kegiatan pembinaan berlangsung di lingkungan kampus STAI Muhammadiyah Tulungagung dan diikuti oleh mahasiswa penerima KIP Kuliah dari berbagai program studi. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan semangat. Para mahasiswa mengikuti setiap sesi pembinaan dengan serius sebagai bentuk komitmen dalam menjaga amanah yang telah diberikan pemerintah melalui program Beasiswa KIP Kuliah.
Pembinaan disampaikan langsung oleh Hasan Sultoni, S.HI., M.Sy., selaku Wakil Ketua II STAI Muhammadiyah Tulungagung. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa menjadi mahasiswa penerima KIP Kuliah merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Bantuan pendidikan yang diterima bukan sekadar fasilitas untuk menyelesaikan studi, tetapi merupakan investasi negara dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan memiliki karakter yang kuat.
Beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh melalui peningkatan prestasi akademik, kedisiplinan, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya, mahasiswa penerima KIP Kuliah harus mampu menunjukkan bahwa mereka layak menjadi teladan, baik dalam proses belajar, etika bergaul, maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan Sultoni juga mengingatkan pentingnya menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), mematuhi seluruh ketentuan akademik, serta menyelesaikan studi tepat waktu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari nilai yang diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga dari kemampuan membangun karakter, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun saat mengabdikan diri di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa STAI Muhammadiyah Tulungagung tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga berupaya membentuk lulusan yang memiliki akhlak mulia, semangat kepemimpinan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Berkemajuan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri, organisasi kemahasiswaan, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga berbagai aktivitas yang mampu meningkatkan kompetensi dan pengalaman.
Kegiatan pembinaan juga menjadi ruang komunikasi antara pimpinan kampus dan mahasiswa. Dalam sesi dialog, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala maupun masukan terkait proses perkuliahan dan pelaksanaan program KIP Kuliah. Interaksi tersebut berlangsung hangat dan konstruktif, mencerminkan komitmen STAI Muhammadiyah Tulungagung dalam membangun budaya akademik yang terbuka, komunikatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh mahasiswa penerima KIP Kuliah semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai penerima beasiswa. Selain memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan, mahasiswa juga dituntut untuk menjaga prestasi akademik, menjunjung tinggi etika, serta memanfaatkan kesempatan belajar sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas hidup diri, keluarga, dan masyarakat. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadikan kesempatan yang diperoleh sebagai motivasi untuk terus berkembang, meningkatkan kapasitas diri, serta mengukir prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Sebagai perguruan tinggi yang mengemban amanah Persyarikatan Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, STAI Muhammadiyah Tulungagung akan terus memperkuat pembinaan kepada mahasiswa melalui berbagai program yang berkelanjutan. Dengan demikian, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah diharapkan tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berintegritas, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“KIP Kuliah adalah amanah yang harus dijaga dengan prestasi, integritas, dan tanggung jawab. Jadikan kesempatan ini sebagai jalan untuk mengembangkan potensi diri dan memberikan manfaat bagi sesama,” pesan Hasan Sultoni, S.HI., M.Sy., Wakil Ketua II STAI Muhammadiyah Tulungagung, kepada seluruh mahasiswa penerima KIP Kuliah.
(Humas)