Sejarah
Sejarah
Sejarah

Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Tulungagung hadir sebagai wujud nyata komitmen Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun peradaban melalui pendidikan tinggi Islam yang unggul, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman. Lebih dari sekadar institusi akademik, STAI Muhammadiyah Tulungagung merupakan ruang pembentukan insan intelektual yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam satu tarikan visi besar: mencerdaskan umat dan memajukan bangsa.

Sejarah STAI Muhammadiyah Tulungagung berakar dari kesadaran kolektif akan pentingnya akses pendidikan tinggi Islam yang berkualitas bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. Pada 23 Oktober 1987, Muhammadiyah secara resmi mendirikan lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam dengan nama Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) di Tulungagung. Pendirian ini mendapatkan legitimasi melalui Surat Keputusan Nomor 354/K/F-9/P/87 yang ditandatangani oleh Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya selaku Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (KOPERTAIS) Wilayah IV Surabaya. Momentum ini menjadi tonggak awal hadirnya pusat pendidikan tinggi Islam Muhammadiyah di Tulungagung.

Pada fase awal, fakultas ini berperan strategis dalam menyiapkan tenaga pendidik agama Islam yang kompeten, berakhlak mulia, dan berwawasan kemajuan. Kehadirannya memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan moral. Nilai-nilai Islam Berkemajuan menjadi fondasi dalam setiap proses akademik, menjadikan kampus ini sebagai ruang pembelajaran yang hidup dan bermakna.

Perkembangan pesat dan meningkatnya kepercayaan publik mendorong terjadinya transformasi kelembagaan. Pada tahun 1990, lembaga ini resmi beralih status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Tulungagung, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor Dj./219/210. Perubahan status ini menandai kemandirian institusi sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pendidikan Islam. STITM Tulungagung terus bertumbuh dengan semangat inovasi, peningkatan mutu akademik, dan penguatan tata kelola yang profesional.

Sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah yang menjadikan ilmu sebagai sarana dakwah (harokatu al-‘ilmi), STITM Tulungagung memandang pendidikan sebagai jalan strategis untuk membangun peradaban. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan nilai, etika, dan kepedulian sosial. Mahasiswa didorong untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Memasuki era globalisasi dan dinamika perubahan sosial yang semakin kompleks, STITM Tulungagung terus melakukan pembaruan. Pada tahun 2007, dibuka Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai respons atas kebutuhan tenaga pendidik profesional di tingkat pendidikan dasar Islam. Program studi ini memperkuat posisi kampus sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan madrasah yang berkualitas dan berdaya saing.

Transformasi besar kembali terjadi pada tahun 2010 dengan dibukanya Program Studi Ekonomi Syariah, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem ekonomi Islam yang adil dan berkelanjutan. Pada tahun yang sama, lembaga ini resmi bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAI Muhammadiyah) Tulungagung, berdasarkan Surat Keputusan Nomor Dj.I/200/2010. Perubahan ini bukan sekadar administratif, melainkan penegasan visi kampus untuk mengintegrasikan keilmuan Islam dengan berbagai disiplin strategis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Komitmen pengembangan tersebut terus berlanjut hingga tahun 2026, ketika STAI Muhammadiyah Tulungagung kembali memperluas cakupan keilmuannya dengan membuka Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan sumber daya manusia yang unggul di bidang hukum, tata kelola negara, dan demokrasi konstitusional berbasis nilai-nilai Islam.

Saat ini, STAI Muhammadiyah Tulungagung mengelola empat program studi unggulan, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ekonomi Syariah (ES), dan Hukum Tata Negara (HTN). Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik kuat, integritas moral, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik.

Komitmen terhadap mutu menjadi salah satu pilar utama STAI Muhammadiyah Tulungagung. Seluruh program studi dan institusi telah terakreditasi, sebagai bukti keseriusan kampus dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sistem penjaminan mutu internal terus diperkuat melalui pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kualitas dosen, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta penguatan jejaring kerja sama.

Lebih dari tiga dekade perjalanan telah mengukuhkan STAI Muhammadiyah Tulungagung sebagai kampus Islam yang dipercaya masyarakat. Dengan mengusung nilai Islam Berkemajuan, STAI Muhammadiyah Tulungagung terus melangkah mantap membangun generasi intelektual muslim yang unggul, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Di sinilah sejarah bertemu dengan visi, dan tradisi berpadu dengan inovasi, menjadikan STAI Muhammadiyah Tulungagung sebagai pilihan strategis bagi mereka yang ingin tumbuh, berkontribusi, dan memberi makna bagi peradaban.

Layanan Unggulan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung