Mahasiswa Gelar BRUN, Gandeng Penyuluh Agama Islam Kemenag dan Pendamping PKH Bekali Generasi Muda Hadapi Pernikahan
Mahasiswa Gelar BRUN, Gandeng Penyuluh Agama Islam Kemenag dan Pendamping PKH Bekali Generasi Muda Hadapi Pernikahan
Fri, 21 August 2026 2:20
c495e1b7-41b4-4184-8342-de285ea6181f

TULUNGAGUNG — Mahasiswa penerima program beasiswa di STAI Muhammadiyah Tulungagung mengambil peran dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kehidupan pernikahan melalui Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Kegiatan tersebut diselenggarakan Forum Mahasiswa Penerima Beasiswa SKSS Baznas (Formabes) Tulungagung pada 20 Agustus 2026.

Mengusung tema “Pentingnya Upgrade Diri Sebelum Mengikat Janji Suci”, kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 STAI Muhammadiyah Tulungagung. BRUN menghadirkan Hanes Puji Pangestu, M.Pd.I., Penyuluh Agama Islam Kabupaten Tulungagung, dan M. Ali Hamdan Mabrur, KATIMKAB Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI Kabupaten Tulungagung sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa penerima beasiswa di STAI Muhammadiyah Tulungagung.

BRUN digelar untuk memberikan pemahaman bahwa kesiapan menuju pernikahan tidak cukup hanya diukur dari usia. Generasi muda perlu mempersiapkan aspek spiritual, karakter, mental dan emosional, komunikasi, finansial, kesehatan, serta kesiapan menjalankan peran dalam keluarga.

Hasan: Generasi Penerus Dimulai dari Keluarga

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua II Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama STAI Muhammadiyah Tulungagung, Hasan Sultoni, S.HI., M.Sy.

Hasan menilai BRUN merupakan program yang penting karena upaya menyiapkan generasi penerus harus dimulai dari keluarga.

“Program ini sangat bagus sebagai wujud menyiapkan generasi penerus dimulai dari keluarga,” kata Hasan.

Menurut Hasan, keluarga memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan generasi sekaligus menjadi lingkungan pertama dalam penanaman nilai agama, karakter, dan tanggung jawab.

Karena itu, pembekalan kepada generasi muda sebelum menikah tidak semestinya hanya berbicara mengenai kesiapan melangsungkan akad. Generasi muda juga perlu memahami tanggung jawab membangun keluarga yang nantinya menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya generasi berikutnya.

Pandangan tersebut sekaligus menempatkan mahasiswa sebagai generasi intelektual yang memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat.

Formabes Dorong Generasi Muda Upgrade Diri

Ketua Formabes Linda Puspita Sari mengatakan BRUN menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurut Linda, pernikahan tidak seharusnya dipahami hanya sebagai perubahan status atau persoalan usia. Ada tanggung jawab jangka panjang yang membutuhkan kesiapan pribadi.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami pernikahan dari sisi seremonial, tetapi juga mempersiapkan diri secara utuh sebelum mengambil keputusan untuk menikah,” ujar Linda.

Linda mengatakan pembekalan tersebut penting karena mahasiswa merupakan bagian dari generasi muda yang kelak akan membangun keluarga dan menjadi orang tua.

Sementara itu, Ketua Panitia Muhammad Sodiq mengatakan tema “Pentingnya Upgrade Diri Sebelum Mengikat Janji Suci” dipilih untuk mengajak peserta meningkatkan kualitas diri sebelum mengambil keputusan menikah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta mendapatkan bekal untuk mempersiapkan kehidupan keluarga, baik dari sisi agama, mental, komunikasi, maupun kesiapan menghadapi kehidupan rumah tangga,” kata Sodiq.

Menurut Sodiq, generasi muda perlu memahami berbagai tantangan yang mungkin muncul setelah pernikahan sehingga keputusan membangun keluarga dapat diambil secara matang dan bertanggung jawab.

Penyuluh Agama Bekali Konsep Keluarga Sakinah

Dalam sesi materi, Hanes Puji Pangestu, M.Pd.I., Penyuluh Agama Islam Kabupaten Tulungagung, memberikan perspektif keagamaan mengenai pernikahan dan pembangunan keluarga sakinah.

Materi yang disampaikan mencakup tujuan hidup manusia, jati diri manusia, tujuan perkawinan, serta pilar-pilar dalam membangun keluarga.

Hanes menempatkan perkawinan sebagai mitsaqan ghalizhan, atau perjanjian yang kokoh. Karena itu, pernikahan membutuhkan persiapan yang matang, baik secara spiritual maupun mental dan emosional.

Konsep sakinah, mawaddah, wa rahmah juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Keluarga diarahkan menjadi tempat tumbuhnya ketenangan, cinta, kasih sayang, dan hubungan yang dilandasi nilai-nilai agama.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun relasi suami-istri melalui sikap saling melengkapi, menjaga komitmen, memperlakukan pasangan dengan baik, bermusyawarah, dan saling menghargai.

Tak hanya memberikan materi, Hanes juga memberikan buku “Fondasi Keluarga Sakinah” kepada peserta. Buku tersebut menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa untuk melanjutkan pembelajaran mengenai kehidupan keluarga setelah kegiatan BRUN berakhir.

Pemberian buku tersebut membuat pembekalan tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam forum. Peserta memiliki bahan bacaan yang dapat dipelajari kembali sebagai bekal memahami konsep dan fondasi keluarga sakinah.

Pendamping PKH Soroti Kesiapan Keluarga

Sementara itu, M. Ali Hamdan Mabrur, KATIMKAB Pendamping PKH Kemensos RI Kabupaten Tulungagung, memberikan pembekalan mengenai kesiapan kehidupan keluarga dari sisi sosial dan praktis.

Materi mencakup kesiapan mental dan emosional, finansial, komunikasi, kesehatan, serta parenting.

Dari sisi finansial, calon pasangan perlu memahami tanggung jawab ekonomi dalam rumah tangga. Kemampuan mengelola pendapatan, menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memiliki perencanaan masa depan menjadi bagian dari persiapan sebelum menikah.

Kesiapan finansial juga menjadi salah satu aspek yang ditekankan dalam BRUN sebagai bagian dari upaya upgrade diri sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Selain ekonomi, komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat. Pasangan perlu mampu mengelola perbedaan, menyelesaikan konflik, menjaga kepercayaan, dan membangun komunikasi yang efektif.

Tantangan rumah tangga di era digital turut menjadi perhatian, termasuk pengaruh media sosial, fenomena fear of missing out (FOMO), perselingkuhan digital, serta pentingnya menjaga privasi keluarga.

Pembekalan juga diarahkan pada kesiapan menjadi orang tua. Pernikahan tidak hanya menyangkut hubungan suami dan istri, tetapi juga tanggung jawab menciptakan lingkungan keluarga yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

Menyiapkan Keluarga, Menyiapkan Generasi

Keterlibatan mahasiswa dalam BRUN menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta pendidikan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya kesiapan berkeluarga.

Melalui Formabes, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai kehidupan pernikahan sekaligus mendorong mereka terus melakukan upgrade diri.

Pentingnya keluarga sebagai fondasi dalam menyiapkan generasi penerus menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut. Sementara Hanes memberikan landasan keagamaan mengenai keluarga sakinah, dilengkapi dengan buku “Fondasi Keluarga Sakinah” yang diberikan kepada peserta. Adapun M. Ali Hamdan Mabrur melengkapi pembekalan dengan perspektif sosial serta kesiapan kehidupan keluarga.

Ketiganya bermuara pada satu pesan: pernikahan membutuhkan persiapan yang matang.

Mahasiswa tidak sekadar didorong mengetahui kapan waktunya menikah, tetapi juga memahami apakah dirinya telah siap menjalankan tanggung jawab sebagai pasangan dan calon orang tua.

Melalui BRUN, Formabes menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi generasi yang siap membangun keluarga dan menyiapkan generasi penerus.

Sebab, keluarga yang kuat tidak lahir secara tiba-tiba. Ia dimulai dari pribadi yang mau belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan diri sebelum mengikat janji suci.

Berita Staimta

Artikel Lainnya

PELAKSANAAN HER-REGISTRASI SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2026/2027 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa/I Sekolah Tin...
Wed, 19 August 2026 | 4:37
EDARAN PENGUMUMAN WISUDA SARJANA STRATA-1 KE-37 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG TAHUN AKADEMIK 2025/2026
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada Calon Wisudawan, berdasarkan ha...
Thu, 6 August 2026 | 4:37
Pengumuman Pelaksanaan Yudisium ke-37 STAI Muhammadiyah Tulungagung Tahun 2026
Assalamu’alaikum wr.wb. Diberitahukan kepada Calon Wisudawan dan Wisudawati S...
Wed, 5 August 2026 | 1:28
Silaturahmi Akademik STAI Muhammadiyah Tulungagung–UBHI Awali Kolaborasi Tri Dharma Berkelanjutan
Tulungagung, 3 Agustus 2026 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah ...
Mon, 3 August 2026 | 8:09