
STAIMTA.AC.ID. Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung, Siti Nur Hidayatul Hasanah, berhasil meraih gelar Doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam setelah sukses mempertahankan disertasinya pada Ujian Terbuka Program Doktor Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Rabu (24/6/2026).
Ujian terbuka yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 Pascasarjana UIN SATU Tulungagung tersebut digelar mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Setelah siding dibuka, Siti Nur Hidayatul Hasanah sebagai promovenda langsung diberi kesempatan memaparkan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji yang terdiri dari tujuh profesor dan pakar di bidang pendidikan Islam.
Disertasi yang diangkat berjudul “Kepemimpinan Spiritual Rektor dalam Meningkatkan Daya Tarik Institusi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren (Studi Multisitus di Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi dan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri).”
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana kepemimpinan spiritual yang diterapkan oleh pimpinan perguruan tinggi berbasis pesantren mampu meningkatkan daya tarik institusi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Melalui pendekatan multisitus, penelitian ini menyoroti praktik kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai spiritual, keteladanan, pelayanan, dan budaya pesantren dalam membangun kepercayaan serta citra positif lembaga.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Rektor UIN SATU Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I selaku Ketua Sidang. Bertindak sebagai Sekretaris sekaligus Promotor adalah Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I, sementara Prof. Dr. H. Mujamil, M.Ag turut mendampingi sebagai Co Promotor. Adapun yang bertindak sebagai penguji utama dan penguji eksternal adalah Prof. Dr. Mahmud Arief, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sedangkan dewan penguji lainnya terdiri dari Prof. Dr. H. Teguh, M.Ag, Prof. Dr. H. Kojin, M.A., dan Prof. Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I.
Dalam suasana akademik yang dinamis, Siti harus menjawab berbagai pertanyaan kritis, masukan, serta pendalaman materi dari para penguji. Dialektika ilmiah berlangsung intensif selama proses ujian, terutama terkait konsep kepemimpinan spiritual, pengelolaan perguruan tinggi berbasis pesantren, serta kontribusi temuan penelitian terhadap pengembangan manajemen pendidikan Islam.
Berkat penguasaan materi dan argumentasi ilmiah yang kuat, Siti Nur Hidayatul Hasanah berhasil mempertahankan disertasinya dengan capaian hasil IPK sempurna 4.0. Dewan penguji akhirnya menyatakan bahwa disertasi tersebut layak diterima dan mengukuhkan dirinya sebagai Doktor Manajemen Pendidikan Islam dengan predicat Cumlaude.
Turut hadir dalam ujian terbuka tersebut Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung, Dr. Suripto, S.Ag., M.Pd.I., beserta jajaran dosen, tenaga kependidikan, kolega, sahabat, dan keluarga yang memberikan dukungan penuh kepada promovenda. Kehadiran civitas akademika STAI Muhammadiyah Tulungagung menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung, Dr. Suripto, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keberhasilan Siti Nur Hidayatul Hasanah menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu tiga tahun.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dr. Siti Nur Hidayatul Hasanah, MPd.I atas keberhasilannya meraih gelar doktor. Ini merupakan capaian akademik yang membanggakan bagi pribadi yang bersangkutan maupun bagi institusi STAI Muhammadiyah Tulungagung. Menyelesaikan studi doktor dalam waktu tiga tahun merupakan prestasi yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suripto berharap hasil penelitian yang telah dihasilkan tidak berhenti sebagai karya akademik semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi kajian keilmuan yang lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia.
“Kami berharap hasil riset tentang kepemimpinan spiritual rektor ini dapat terus dikembangkan menjadi kajian keilmuan yang lebih mendalam. Temuan penelitian tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi bahan kajian akademik sekaligus alternatif role model dalam tata kelola perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi berbasis pesantren yang saat ini terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan zaman,” tambahnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar STAI Muhammadiyah Tulungagung. Gelar doktor yang diraih diharapkan semakin memperkuat kontribusi Siti Nur Hidayatul Hasanah dalam pengembangan ilmu Manajemen Pendidikan Islam, khususnya pada kajian kepemimpinan spiritual dan tata kelola perguruan tinggi berbasis pesantren di Indonesia.