Catatan Rihlah Academic STAIM Tulungagung Malaysia -Thailand 8
Catatan Rihlah Academic STAIM Tulungagung Malaysia -Thailand 8
Sun, 15 June 2025 1:48

JEJAK ILMU-UKHUWAH STAIM KE MASJID AL-GUFRON MALAYSIA

STAIMTA.AC.ID. Perjalanan akademik Ketua STAIM Tulungagung dari Pantai Samila di Songkhla- Thailand, menuju Masjid Al-Ghufran di Malaysia adalah sebuah perjalanan yang sarat makna, baik dari segi pendidikan, budaya, maupun spiritual. Rihlah ini tidak hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan intelektual dan spiritual yang mendalam.

Perjalanan dimulai dari Pantai Samila, sebuah pantai yang terkenal dengan patung putri duyung yang menjadi ikon kota Songkhla. Pantai ini terletak di kota Songkhla, yang merupakan pusat perdagangan dan pendidikan di Thailand Selatan. Dari sini, perjalanan dilanjutkan menuju Bukit Kayu Hitam, sebuah kota kecil di negara bagian Kedah, Malaysia, yang merupakan pintu gerbang utama antara Thailand dan Malaysia.

Sesampainya di perbatasan, suasana tidak begitu padat seperti halanya pada waktu berangkat ke Thailand. Satu per satu para rombongan erhasil keluar dari Thailand dan masuk  pemeriksaan Imigrasi di Bukit Kayu Hitam. Tempat tersebut adalah pintu gerbang utama antara Thailand dan Malaysia, berdampingan langsung dengan pos perbatasan Danok di sisi Thailand. Proses pemeriksaan imigrasi dilakukan dalam dua tahap: 1). Imigrasi Thailand (Danok Border): Semua peserta turun dari kendaraan dan melakukan proses cap keluar (exit stamp) dari Thailand. Proses berjalan lancar, meskipun pada akhir pekan bisa cukup ramai. 2). Imigrasi Malaysia (Bukit Kayu Hitam Checkpoint): Setelah melewati wilayah netral, peserta memasuki Malaysia dan melakukan pemeriksaan paspor serta scan sidik jari. Petugas imigrasi Malaysia sangat ketat dan disiplin, tetapi tetap ramah. Pemeriksaan ini juga mencakup kendaraan dan barang bawaan semua harus diturunkan untuk diperiksa tanpa kecuali.

Suasana di perbatasan ini menggambarkan perbedaan budaya dan sistem yang menarik bagi peserta, menjadi bagian dari pembelajaran lintas negara secara langsung. Setelah seluruh rombongan berhasil melewati proses imigrasi, perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Al Gufron di Komplek Balai Islam, Pinggir Taman Tun Dr. Ismail Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur Malaysia. Perjalanan panjang dan melelahkan dari Thailand  ke Malaysia melalui 4 negara bagian, yakni: Kedah, Pulau Pinang, Perak, dan Selangor berakhir di pertengahan malam pukul 24.00 di tempat penginapan yang dikelola Masjid Al-Ghufron. Disinilah Ketua STAIM Tulungagung langsung disambut oleh pimpinan Masjid dengan makan malam nasi lemak, menu khas Malaysia. Setelah itu langsung diantarkan untuk istirahat  di penginapan terletak lantai 3 di kamar Suit Firdaus.

Tulisan ini penulis persiapkan sambil rebahan untuk mengembalikan energi yang telah berkurang terporsir dalam perjalanan. Tetapi kelelahan fisik  segar kembali setelah menikmati tidur yang berkualitas di kamar penginapan Masjid yang sangat nyaman dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Pada pukul 03.30 penulis, penulis telah siaga untuk mandi dan menunaikan sholat tahajud sambil menunggu waktu subuh. Setelah adzan sholat subuh dikumandangkan, kami bergegas ke Masjid Al-Ghufron yang terletak di lantai G untuk mengikuti sholat jama’ah dan dilanjutkan  kuliyah subuh.

Sesuai schedule rihlah akademik yang telah disepakat, pada hari Ahad, 15 Juni 2025 pukul 07.00 rombongan STAIM Tulungagung mengikuti perjamuan makan pagi dengan pimpnan Masjid Al-Ghufron. Kemudian dilanjutkan dengan agenda penting terkait penandatanganan nota kesepahaman bekerjasama STAIMTulungagung – Masjid Al-Ghufron yang tertuang dalam MoU (Memorandum of understanding). Ada poin kesepakatan kerjasama dalam nota MoU tersebut, yakni: magang pengelolaan masjid bagi mahasiswa, KKN dan PPL. Sehingga dengan adanya MoU tersebut STAIM Tulungagung telah resmi menjalin hubungan kerjasama  yang akan ditindaklanjuti dengan kerjasama yang lebih kongkrit dalam MoA (Memorandum of Agreement).

Masjid Al-Gufron adalah representasi nyata dari cita-cita umat Islam akan hadirnya sebuah masjid yang tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga menjadi pusat kehidupan umat yang menyeluruh. Terletak di kawasan strategis Malaysia bagian utara. Masjid ini dibangun dengan semangat menjadikannya sebagai prototype masjid ideal, tempat bersatunya lembaga pendidikan, tempat ibadah, pengembangan ilmu, ekonomi, budaya, dan sosial kemasyarakatan yang harmoni Islam yang inklusif dan berkemajuan.  Arsitektur Masjid Al-Ghufran menggabungkan elemen-elemen tradisional Islam Melayu dengan desain modern. Bangunan masjid ini memiliki ruang utama untuk shlat, dewan jamuan, dewan konferensi, bilik musafir, dan kafe. Selain itu, terdapat fasilitas pendidikan seperti  Sekolah Rendah Agama Balai Islam (SERAMBI), yang menunjukkan integrasi antara fungsi ibadah dan pendidikan. Kehadiran fasilitas-fasilitas ini menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan intelektual, tidak hanya sebagai tempat ibadah semata.

Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, Masjid Al-Ghufran dapat dijadikan model dalam merancang kampus yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual dan sosial mahasiswa. Pembangunan masjid yang dilengkapi dengan fasilitas pendidikan dan sosial ini menunjukkan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dalam membentuk karakter mahasiswa.

Tata kelola Masjid dengan menggunakan manajerial fungsionalitas modern menempatkan tempat ibadah, ilmu, ekonomi, kegiatan sosial kemasyarakatan harus dikelola secara terpadu. Posisi bangunan Masjid berada di bagian terdepan dilengakapi dengan berbagai fasilitas. Terdapat sarana dan prasarana  penunjang antara lain: Lantai B1 ((Rumah Pentadbir, Rumah Bila1, Ruah Bilal 2),  Lantai B2 (Kafe Al-Ghufran, Arked Al-Ghufran, Tandas Lelaki dan Wanita), Lantai G (Dewan Solat Utama, Dewan Jamuan, Tandas Wanita), Lantai 1 ( Pejabat Pentadbiran, Dewan Masjid, Dewan Solat Mezzanine, Rumah Imam 2, Tandas Lelaki dan Wanita), Lantai 2 (Dewan Konferen, Serambi, Rumah Imam 1, Tandas Lelaki dan Wanita), Lantai 3 terdapat 26 Kamar Musafir (Suite Al-Firdaus dan Suite Al-Ma’wa) yang dilengkapi area parker yang luas. Disamping mengelola embaga pendidiakan,  masjid  tersebut juga memiliki masjid binaan di tempat lain di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur yang sepenuhnya dibiayai dari masjid Al-Ghufron.

Prototype ideal Masjid  Al-Ghufroni, mencerminkan semangat menyatukan masjid dengan berbagai aktivitas kehidupan umat seperti fungsi masjid pada zaman Rosululloh. Disini tata kelola masjid Al-Ghufroni titik orientasinya menandakan pusat ruhani dan peradaban masyarakat sekitar. Dinding masjid bagian depan dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an dengan ukiran yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga mengajak siapa saja yang melihatnya untuk merenung dan mendekat kepada Allah. Di sekeliling masjid terdapat taman asri dengan pepohonan rindang, taman bunga, dan jalur pedestrian yang ramah bagi pejalan kaki dan difabel. Udara yang sejuk dan kebersihan lingkungan menjadi kesan pertama yang kuat saat memasuki area masjid ini, memberikan ketenangan dan menyambut jamaah dengan kelembutan.

Masuk ke dalam, ruang utama shalat terbuka luas dan mampu menampung ibadah para jamaah sekaligus. Karpet tebal berwarna biru langit membentang luas, memberikan kenyamanan saat bersujud. Langit-langit masjid dihiasi lampu gantung kristal dan ventilasi alami yang membuat suasana tetap sejuk tanpa penggunaan AC berlebihan. Sistem akustik dan pengeras suara canggih menjamin bahwa setiap lantunan ayat, khutbah, dan pengumuman terdengar jelas dari ujung ke ujung. Di bagian atas, lantai mezzanine diperuntukkan bagi jamaah wanita, dengan akses terpisah demi menjaga kenyamanan dan keamanan. Area ini juga dilengkapi dengan musala kecil untuk ibu dengan anak, serta loker dan fasilitas kebersihan yang memadai.

Masjid Al-Gufron tidak hanya mengurus kebutuhan spiritual, tetapi juga kebutuhan intelektual dan sosial umat. Salah satu pusat kebanggaan masjid ini adalah Perpustakaan Islam Al-Gufron, yang menyimpan koleksi buku klasik dan kontemporer dalam berbagai bidang seperti tafsir, fiqih, sejarah Islam, pendidikan anak, bahkan literatur sains dalam perspektif Islam. Koleksi digital yang dapat diakses melalui jaringan internet masjid memungkinkan jamaah dari kalangan mahasiswa hingga dosen untuk melakukan riset dan diskusi ilmiah. Perpustakaan ini terbuka untuk umum dan menjadi tempat berkumpulnya pelajar dari berbagai latar belakang untuk menimba ilmu dan berdiskusi dalam suasana yang ilmiah dan santai.

Fungsi keilmuan lainnya tampak dalam fasilitas aula serbaguna yang sering digunakan untuk kajian, seminar, pelatihan, dan program pengembangan dakwah. Setiap pekan, masjid menyelenggarakan kajian tafsir tematik, kelas fiqih keluarga, dan pelatihan dai muda. Program ini melibatkan ulama lokal, akademisi dari universitas Islam, hingga pembicara dari luar negeri. Aula tersebut juga dilengkapi dengan perangkat presentasi digital, proyektor, dan koneksi video conference yang memungkinkan diskusi lintas negara secara daring. Di sisi barat kompleks, terdapat ruang konseling dan klinik keluarga Islam. Di sini para jamaah dapat berkonsultasi tentang masalah rumah tangga, kejiwaan, atau pendidikan anak secara islami bersama konselor berlisensi dan bersertifikasi syariah. Ruang ini menjadi tempat perlindungan dan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan dukungan emosional dan spiritual, terutama bagi para ibu, mualaf, dan remaja yang menghadapi tantangan hidup modern.

Masjid Al-Gufron juga menyediakan tempat penginapan berstandar hotel untuk para tamu yang berkunjung mengikuti berbagai program pelatihan dan dakwah. Sehingga rombongan Ketketua STAIM Tulungagung dapat merasakan langsung penginapan Masjid Al-Ghufron dalam suasana nyaman, tertib, dan bersih. Wisma tamu tersebut memang sengaja dipersiapkan untuk rombongan tamu luar negeri atau institusi yang melakukan kerja sama, termasuk dalam kegiatan rihlah akademik dan penandatanganan MoU pendidikan Islam lintas negara. Hal ini menjadikan masjid ini bukan hanya terpusat kntuk kegiatan lokal, tetapi juga memiliki jejaring internasional. Tak ketinggalan, Masjid Al-Gufron merespons kebutuhan zaman dengan menghadirkan studio multimedia dakwah yang berfungsi sebagai tempat produksi konten digital Islami. Ceramah, video motivasi, podcast, bahkan kelas daring diproduksi dan disiarkan dari studio ini ke berbagai platform media sosial dan televisi komunitas. Hal ini memberikan peluang dakwah yang luas kepada generasi muda, dengan pendekatan kreatif dan teknologi tinggi yang sesuai dengan gaya hidup digital.

Keunggulan Masjid Al-Gufron juga terletak pada komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi umat. Di halaman masjid terdapat Toko Wakaf Umat yang menjual kebutuhan pokok harian seperti beras, minyak, dan makanan halal dengan harga terjangkau. Sebagian keuntungan dari toko ini diwakafkan kembali untuk program sosial dan pendidikan. Masjid juga memiliki Koperasi Syariah yang dikelola secara transparan, menawarkan layanan simpan pinjam tanpa riba, tabungan qurban, dan pembiayaan usaha mikro. Setiap bulan, koperasi ini menyelenggarakan pelatihan enterpreneur muda Muslim, khususnya untuk remaja dan pemuda, agar mereka mampu mandiri secara finansial dengan prinsip-prinsip syariah. Masjid Al-Gufron juga menerapkan pendidikan Islam sepanjang hayat, dengan menyelenggarakan program pendidikan berjenjang dari usia dini hingga lanjut usia. TPA untuk anak-anak diselenggarakan setiap hari selepas Ashar, sementara Madrasah Diniyah diadakan setiap pagi bagi remaja. Program majelis taklim diadakan bagi jamaah dewasa dan lansia setiap pekan, dengan materi tafsir, akidah, sejarah, dan fiqih yang dikemas dengan bahasa sederhana. Untuk mualaf, tersedia kelas khusus yang membimbing mereka secara intensif mulai dari dasar-dasar Islam hingga praktik ibadah sehari-hari.

Dalam upaya menjadikan dirinya inklusif dan ramah terhadap semua kalangan, Masjid Al-Gufron memperhatikan keberadaan fasilitas untuk anak-anak, difabel, dan lingkungan. Area bermain Islami yang aman dan edukatif disediakan di halaman belakang masjid, lengkap dengan alat peraga edukatif bertema kisah nabi dan sahabat. Untuk kaum difabel, jalur khusus, toilet ramah difabel, serta lift telah disediakan sehingga mereka bisa beribadah dan mengikuti kajian tanpa hambatan. Komitmen lingkungan juga tampak dalam penggunaan panel surya untuk sebagian besar kebutuhan listrik masjid, serta sistem pengolahan air wudhu yang digunakan kembali untuk menyiram tanaman. Masjid ini bahkan mengelola bank sampah dan kebun herbal kecil yang hasilnya digunakan dalam pengobatan tradisional dan edukasi tanaman obat.

Lokasi masjid yang sangat  strategis menjadikannya sebagai titik penting dalam membangun kerja sama keislaman antarnegara. Masjid Al-Gufron menjadi tuan rumah bagi penandatanganan kerja sama akademik, pelatihan guru, pertukaran pelajar, dan studi banding antar lembaga Islam dari Indonesia dan negara-negara Islam di Asia Trenggara dan negara tetangga lainnya. Dalam momen seperti rihlah akademik yang dilakukan oleh lembaga seperti STAIM dari Sadao, Thailand, masjid ini menjadi tempat dialog lintas batas, memperkuat ukhuwah dan saling belajar dalam semangat Islam sebagai agama ilmu. Setiap kedatangan tamu internasional disambut dengan keramahan luar biasa. Mereka diajak mengenal masjid, berdiskusi dengan para pengurus, mengikuti shalat berjamaah, dan bahkan terlibat dalam program dakwah atau pengabdian masyarakat. Tak jarang juga, masjid ini menjadi tempat forum ulama perbatasan yang membahas tantangan dan solusi dakwah lintas budaya.

Sehari-hari, suasana Masjid Al-Gufron begitu hidup. Aktivitas dimulai sebelum subuh dengan tahajud dan qiyamul lail, disusul kajian fajar selepas shalat. Anak-anak memulai kegiatan belajar Al-Qur’an di pagi hari, sementara remaja dan dewasa datang pada sore hingga malam untuk mengikuti berbagai majelis ilmu. Para relawan dengan semangat melayani jamaah, membersihkan area, memandu pengunjung, dan mendukung logistik kegiatan. Saat Ramadan, masjid ini menjadi oase ruhani yang sesungguhnya. Para jamaah dan tamu mengikuti kegiatan Masjid Al-Ghufron dilakukan dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Kegiatan sosial seperti pembagian  bantuan dhuafa, dan santunan anak yatim dilakukan rutin dan terorganisir. (Soeripto)

Akademik, Kampus

Artikel Lainnya

Libur Pelayanan Bagian Administrasi Umum dan Akademik Kemahasiswaan (BAUAK) STAIMTA
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Diberitahukan kepada seluruh Civ...
Wed, 13 May 2026 | 11:29
Libur Perkuliahan bagi Mahasiswa (14 Mei 2026) STAI Muhammadiyah Tulungagung
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Diberitahukan kepada Mahasiswa A...
Wed, 13 May 2026 | 11:23
Libur Perkuliahan bagi Dosen Tetap (14 Mei 2026) STAI Muhammadiyah Tulungagung
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Diberitahukan kepada Bapak/Ibu D...
Wed, 13 May 2026 | 11:18
Edaran Pengumuman: Perubahan Jadwal Pelayanan Sementara BAUAK STAIMTA
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Diberitahukan kepada seluruh civitas akademika Sekol...
Fri, 8 May 2026 | 11:24

Layanan Unggulan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung