Catatan Rihlah Academic STAIM Tulungagung Malaysia -Thailand 3
Catatan Rihlah Academic STAIM Tulungagung Malaysia -Thailand 3
Fri, 13 June 2025 1:52

STAIM MENEMBUS NEGERI GAJAH PUTIH: THAILAND MENYAMBUT

STAIMTA.AC.ID. Thailand menjadi tujuan kedua dari rangkaian Rihlah Akademik STAIM Tulungagung. Untuk sampai kesana, delegasi harus menempuh perjalanan darat yang terbagai menjadi dua kendaraan. Para mahasiswa menggunakan transfortasi bus dan para pimpinan perguruan tinggi menggunakan van bekapasitas 18 orang. Perjalanan dimulai dari Kuala Lumpur, pusat kota dan ibukota Malaysia yang merupakan pusat aktivitas bisnis, pemerintahan, dan budaya. Tepat pukul 22.15 waktu setempat menjelang tengah malam, misi perjalanan visiting akademic bertolak dari Kuala Lumpur City Center (KLCC).

Rute perjalanan untuk menuju titik perbatasan Malaysia-Thaliland, ditempuh melalui jalan tol Utara–Selatan (North-South Expressway) sejauh 847,7 km selama 12 jam 52 menit. North-South Expressway yang merupakan proyek jalan tol nasional pertama terpanjang di Semenanjung Malaysia. Rute ini menghubungkan Kuala Lumpur dengan Bukit Kayu Hitam dan melewati beberapa daerah. Sebelum memasuki tol Utara–Selatan, perjalanan melewati jalan-jalan dalam kota yang ramai, lalu bergabung ke tol di salah satu akses masuk utama, seperti di Jalan Duta atau Gombak. Di sini, kendaraan mulai memasuki jalur tol yang terhubung langsung ke rute utama utara.

Perjalanan darat dari Kuala Lumpur ke Thailand melewati empat negara bagian Malaysia, yakni: Selangor, Perak, Pulau Pinang, dan Kedah. Selangor adalah negara bagian pertama yang  dilewati setelah keluar dari Kuala Lumpur. Selangor sendiri merupakan salah satu negara bagian paling maju dan padat penduduknya di Malaysia. Di wilayah ini, tol PLUS Expressway melintasi beberapa daerah penting seperti Rawang dan Sungai Buloh. Rawang adalah kota industri dan pinggiran kota yang mulai tumbuh pesat, sementara Sungai Buloh dikenal sebagai pusat perumahan dan kawasan industri. Jalan tol di Selangor umumnya lebar dan dalam kondisi sangat baik, dilengkapi dengan fasilitas kawasan rehat (rest area) yang memungkinkan pengendara untuk beristirahat, mengisi bahan bakar, dan menikmati makanan ringan.

Setelah melewati Selangor, perjalanan memasuki negara bagian Perak. Perak terkenal dengan kota bersejarah dan keindahan alamnya, serta kota utama Ipoh yang terkenal dengan kuliner dan warisan kolonialnya. Tol PLUS melewati beberapa titik penting seperti Kampar dan Ipoh. Kampar merupakan kota kecil dengan universitas ternama, sedangkan Ipoh menjadi salah satu destinasi utama dengan pusat kota yang menarik. Sepanjang tol di Perak, rombongan melewati lanskap yang berganti dari daerah perkotaan menjadi kawasan pegunungan yang hijau, memberikan pemandangan yang cukup menyegarkan selama perjalanan. Tidak jarang di sini tersedia beberapa lokasi istirahat dengan pemandangan indah.

Salah satu bagian unik dari perjalanan ini adalah saat melewati daerah Pulau Pinang di sisi daratan, tepatnya di Butterworth. Meskipun pulau utama Pulau Pinang sendiri berada di seberang laut, daerah Butterworth terletak di daratan dan menjadi titik penghubung utama sebelum memasuki Kedah. Butterworth merupakan pelabuhan utama dan pusat transportasi yang sibuk, terutama untuk jalur kereta api dan feri. Tol di kawasan ini ramai dan sering menjadi tempat lalu lintas padat terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Meski demikian, jalan tol tetap mulus dan ada fasilitas rehat yang memadai

Berakhirnya perjalanan melintasi Pulau Pinang, kendaraan terus melaju memasuki negara bagian Kedah. Kedah dikenal sebagai salah satu lumbung padi Malaysia dan memiliki banyak area pertanian yang luas. Di sepanjang tol, kami melewati kota-kota seperti Sungai Petani dan Alor Setar, yang merupakan ibu kota Kedah. Sungai Petani merupakan pusat komersial penting di Kedah, sedangkan Alor Setar memiliki banyak situs sejarah dan budaya Melayu. Dari Alor Setar, perjalanan berlanjut ke arah utara langsung menuju sebuah desa Bukit Kayu Hitam, desa di perbatasan Malaysia-Thailand yang menghubungkan  titik utama  memasuki Thailand melalui jalur darat.

Perjalanan malam hari menuju Bukit Kayu Hitam di perbatasan Malaysia-Thailand sangat melelahkan. Setelah melalui istirahat di rest  area dua kali, pada pukul 06.20 waktu setempat, delegasi STAIM Tulungagung melakukan rehat kembali untuk menunaikan sholat subuh di km. 81.1 R & R Gurun Arah Utara  Lebuhraya Utara-Selaatan Kampung Pulau Chengai 08300, Gurun Kedah. Suasana di pagi hari bakda subuh, kami dapat menikmati rehat  menghidup udara segar dan sasana perjalanan akademik yang Panjang. Perjalanan terus berlanjut menuju titik istirahat terakhir sebelum memasuki pos imigrasi. Tepat pada pukul 08.15,  akhirnya rombongan  sampai Masjid  Changlun, Kedah untuk membersihkan diri sebelum memasuki proses pemeriksaan imigrasi di Bukit Kayu Hitam.

Masjid Changlun inilah yang menjadi salah satu saksi di titik rehat perjalanan terakhir sebelum memasuki pos pemeriksaan pos imigrasi untuk menuju CTN Recreation Sdn Bhd, sebuah fasilitas layanan perjalanan yang terletak di Lebuh Raya Bukit Kayu Hitam-Jitra, + 1-2 km sebelum pos pemeriksaan imigrasi Bukit Kayu Hitam di Malaysia. Tepat pukul 11.07 waktu setempat, para delegasi harus melewati Immigration Procedure Malaysia-Thai Borders melalui pos imigrasi di Ban Dan Nok, Sadao, Songkhla, Thailand. Jalan yang menghubungkan Bukit Kayu Hitam ke Thailand dikenal sebagai Route 4 Thailand (Phetkasem Road), jalur utama menuju Bangkok dan bagian selatan Thailand.

Begitu seluruh prosedur imigrasi diselesaikan di Pos Imigrasi, rombongan STAIM Tulungagung kembali bersiap melanjutkan perjalanan menuju titik penting selanjutnya: Al-Hidayah Foundation for Education and Social Development yang berlokasi di 390 Moo 7, Tachang, Bangklam, Songkhla, Thailand. Meski lelah mulai terasa setelah melewati perjalanan panjang semalam sebelumnya, antusiasme tetap menyala. Rasa ingin tahu tentang tempat baru yang akan menjadi rumah kedua selama sebulan penuh menumbuhkan semangat baru dalam diri setiap peserta.

Perjalanan dari perbatasan menuju Al-Hidayah memakan waktu sekitar dua jam, menempuh jalur utama Thailand bagian selatan. Kendaraan bergerak menyusuri Phetkasem Road (Route 4) yang menjadi nadi transportasi wilayah tersebut. Tak seperti tol di Malaysia yang serba modern dan teratur, jalanan di Thailand memperlihatkan dinamika berbeda: lalu lintas yang lebih padat, suara klakson bersahutan, dan arsitektur khas setempat yang mulai terlihat di sisi jalan.

Mobil-mobil rombongan menyusuri jalan yang membelah kawasan pedesaan, pasar tradisional, serta permukiman Muslim yang khas dengan masjid kecil dan papan nama berbahasa Melayu-Jawi di antara tulisan Thai. Di kiri-kanan jalan, deretan warung makan dan kios buah tropis berjajar ramai. Sesekali, kendaraan melambat saat melintasi pasar pagi yang mulai dipadati pedagang. Aroma makanan lokal, suara anak-anak berlari di halaman sekolah, dan deru motor tua melengkapi mozaik kehidupan yang penuh warna di sepanjang rute ini.

Sesampainya di wilayah Tachang, distrik Bangklam, Provinsi Songkhla, suasana berubah menjadi lebih tenang dan bersahabat. Jalanan mulai menyempit, dengan pepohonan hijau menaungi kiri dan kanan. Di sinilah Al-Hidayah Foundation for Social and Development berdiri kokoh dalam visi dan misinya. Gedung berwarna netral dengan halaman terbuka itu menyambut rombongan dengan suasana hangat dan penuh harap.

Tak lama setelah memasuki gerbang utama, wajah-wajah tersenyum dari para pengurus yayasan dan guru-guru lokal menyambut kedatangan rombongan. Meski ada perbedaan bahasa, sorot mata dan gestur keramahan mampu menjembatani semua. Di sinilah titik akhir dari perjalanan fisik rombongan, tapi sekaligus menjadi titik awal perjalanan yang lebih bermakna—pengabdian, pembelajaran, dan pertukaran budaya yang akan dijalani selama sebulan ke depan.

Setiap peserta KKN dan PPL Internasional akan didistribusikan ke lokasi sekolah-sekolah yang tempatnya berbeda-beda. Namun di halaman Al-Hidayah Foundation for Social and Development inilah, mereka memulai semuanya—dengan tekad untuk menjadikan pengalaman ini lebih dari sekadar tugas akademik, tetapi juga sebagai bentuk nyata kontribusi Islam Indonesia di ranah global. (Soeripto)

Akademik, Kampus

Artikel Lainnya

Libur Pelayanan Bagian Administrasi Umum dan Akademik Kemahasiswaan (BAUAK) STAIMTA
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Diberitahukan kepada seluruh Civ...
Thu, 2 April 2026 | 6:39
Audiensi Asosiasi AI Indonesia dan STAIM Tulungagung Bahas Pelatihan AI Holistik
Tulungagung, 31 Maret 2026 — Asosiasi AI Indonesia bersama Sekolah Tinggi Aga...
Tue, 31 March 2026 | 8:26
Edaran Libur Pelayanan Bulan Syawal 1447 H Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung
STAIMTA.AC.ID. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Diberitahukan kepad...
Tue, 17 March 2026 | 10:17
PEMBERITAHUAN PENDAFTARAN SEMINAR PROPOSAL TAHUN 2026
Assalamu‘alaikum Wr.Wb Diberitahukan kepada mahasiswa/i STAI Muhammadiyah Tu...
Thu, 19 February 2026 | 5:00

Layanan Unggulan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung